Opening

Senin, 06 Oktober 2014

Sumber Daya Alam dan Barang Sumber Daya


1.    Sumber Daya Alam
Pada dasarnya Sumber Daya Alam merupakan aset yang dimiliki suatu Negara yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim atau cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut yang  sangat mempengaruhi pertumbuhan industri suatu Negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi.  Dilain pihak ada juga yang berpendapat bahwa Sumber Daya Alam ialah suatu sumber daya yang terbentuk karena kekuatan alamiah, misalnya tanah, air dan perairan, udara dan ruang, mineral tentang alam, panas bumi dan gas bumi, angin, pasang surut/arus laut (Daryanto 1995:36),
Menurut Sukanto Reksodiprodjo (1990:5), Sumber daya alam adalah sesuatu yang berguna dan mempunyai nilai didalam kondisi dimana kita menemukannya. Sumber daya alam meliputi
semua yang terdapat dibumi baik yang hidup maupun benda mati yang berguna bagi manusia, terbatas jumlahnya dan pengusahaannya memenuhi kriteria – kriteria teknologi, ekonomi, sosial dan
lingkungan.
Dalam pengertian umum, sumberdaya didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Dapat juga dikatakan bahwa sumberdaya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia. Grima dan Berkes (1989) mendefinisikan sumberdaya sebagai aset untuk pemenuhan kepuasan dan utilitas manusia (1990) lebih jauh mengatakan bahwa sesuatu untuk dapat dikatakan sebagai sumberdaya harus memiliki dua kriteria, yakni :
1.    Harus ada pengetahuan, teknologi atau keterampilan (skill) untuk memanfaatkannya.
2.    Harus ada permintaan (demand) terhadap sumber daya tersebut.
Kalau kedua kriteria tersebut tidak dimiliki, maka sesuatu itu kita sebut barang netral. Jadi, tambang emas yang terkandung di dalam bumi misalnya, jika kita belum memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk memanfaatkannya dan tidak ada demand untuk komoditas tersebut, tambang emas tersebut masih dalam kreteria barang netral. Namun pada saat permintaan ada dan teknologi tersedia, ia menjadi sumberdaya atau resource. Dengan demikian dalam pengertian ini definisi sumberdaya terkait dengan kegunaan (usefulness) baik untuk masa kini maupun masa mendatang bagi umat manusia.
Selain dua kriteria diatas, definisi sumber daya juga terkait pada dua aspek, yakni aspek teknis yang memungkinkan bagaimana sumberdaya dimanfaatkan dan aspek kelembagaan yang menentukan siapa yang mengendalikan sumberdaya dan bagaimana teknologi digunakan. Aktivitas ekstraksi sumberdaya ikan, misalnya, melibatkan aspek teknis menyangkut alat tangkap, tenaga kerja, dan kapal, serta aspek kelembagaan yang menentukan pengaturan siapa saja yang boleh menangkap ikan. Jika misalnya, aspek kelembagaan ini tidak berfungsi baik, sumberdaya ikan akan terkuras habis tanpa memberi manfaat berarti bagi manusia.
Dengan kata lain, sumberdaya diperlukan bukan karena dirinya sendiri, melainkan diperlukan sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Padahal sumberdaya bisa juga menghasilkan utilitas tanpa melakukan proses produksi. Lahan yang memiliki panorama indah misalnya bisa saja tidak dijadikan faktor produksi namun memberikan utilitas (kepuasan) berupa pemandangan yang dapat dinikmati masyarakat. Dengan demikian pengertian sumberdaya tidak hanya menyangkut nilai yang dikonsumsi, namun juga menyangkut nilai yang tidak dikonsumsi secara langsung.



2.    Barang Sumber Daya
Barang sumber daya adalah sumber daya yang sudah diambil dari dalam atau atas bumi dan siap gunakan serta dikombinasikan dengan factor-faktor produksi lain sehingga dapat dihasilkan output baru berupa barang dan jasa bagi konsumen maupun produsen. Oleh karena itu, bila kita membicarakan mengenai fungsi produksi yang dimaksud dengan sumber daya alam adalah barang sumber daya itu. Jumlah dan kualitas barang sumber daya yang dipakai dalam proses produksi dapat menigkatkan produksi barang dan jasa bila dikombinasikan dengan factor produksi lain.
Peningkatan ini tergantung pada macam dan jumlah masukan (input) atau factor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara keluaran dan masukan ini disebut dengan fungsi produksi. Secara model matematis dapat dirumuskan :
Y = f (L,R, K, T, S)
Di mana :
Y   = Jumlah produksi nasional
L    = Jumlah tenaga kerja
K   = Kapital (modal)
R   = Jumlah sumber daya alam
T    = Teknologi
S    = Faktor sosial
Secara garis besar faktor produksi atau masukan yang dipakai untuk meningkatkan keluaran yang berupa produksi barang dan jasa dalam suatu perekonomian dapat dikelompokan menjadi tenaga kerja, modal atau capital, tanah dan sumber daya alam lainnya, teknologi, dan faktor sosial seperti sistem pemerintahan, adat istiadat, agama dan sebagainya.
Pada umunya orang menerangkan bahwa kemunduran suatu perekonomian ataupun adanya kesempatan untuk berkembang bagi suatu masyarakat dapat dilihat dari tersedianya sumber daya alam yang ada di daerah itu. Tanpa adanya sumber alam yang minimum di Negara itu, maka akan tidak banyak harapan untuk adanya perkembangan ekonomi. Alam sekitarnya membatasi kemungkinan usaha manusia untuk hidup dan mencapai sesuatu. Tetapi jumlah dankualitas sumber daya riil yang dimiliki oleh suatu Negara atau daerah itu lebih merupakan hasil dari pada sebab perkembangan ekonomi. Jadi dengan demikian berhasilnya pembangunan ekonomi akan semakin banyak sumber daya alam yang dapat digali dan selanjutnya akan mendorong pembangunan lebih lanjut.

1 komentar: