Opening

Senin, 31 Desember 2012

Nasehat


#10 Kerusakan dalam Perayaan Tahun Baru#

         Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walaupun sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan? Simak dalam bahasan singkat berikut :

>>>Sejarah Tahun Baru Masehi
        Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar

Selasa, 11 Desember 2012

Kunci Sukses

Ada beberapa kunci sukses di bisnis keripik buah dan sayur, yaitu : 1. Tampilan yang menarik Tampilan keripik Anda harus menarik, bersih, tidak gosong. Hal ini bergantung pada : a. Pemilihan bahan yang benar b. Proses penggorengan yang benar c. Menggunakan mesin vacuum frying berkualitas d. Penyortiran dan quality control yang akurat 2. Kemasan produk Anda harus profesional dan menarik Bisa saja anda menjual kripik dalam bentuk kiloan, tapi ini hanya untuk konsumsi agen-agen penjualan. Selain dalam bentuk kiloan, anda juga perlu menjual dalam bentuk kemasan yang rapi. Label yang menarik juga akan memikat hati para pembeli. Untuk keperluan toko-toko, anda bisa menyertakan kontak pemesanan di label kripik. Hal ini perlu, karena pembeli yang tertarik bisa dengan mudah menghubungi anda untuk memesan produk serupa. Sangat dianjurkan untuk memilih kemasan transparan agar tampilan kripik yang sudah menarik ikut mengundang selera calon pembeli. Kami juga menyarankan untuk menyertakan toples-toples besar transparat jika hendak menitipkan ke toko-toko kecil. Produk yang digantung-gantung menggunakan kawat akan terkesan murahan dan mudah hancur karena biasanya untuk mengambil satu kemasan harus meremas kemasan yang lain. 3. Memilih Metode Pemasaran Anda bisa memasarkan kripik buah dan sayur menggunakan cara-cara berikut : a. Membentuk agen penjualan yang akan memasarkan produk-produk anda ke toko-toko kecil, pedagang kaki lima dan pedagang asongan. b. Bekerjasama dengan toko-toko makanan atau restauran dengan menyuplai produk kripik anda. c. Bekerjasama dengan katering-katering d. Merintis peluang ekspor jika produk yang Anda hasilkan cukup banyak.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Mutu Kripik Buah.

Mutu kripik buah yang diperoleh dipengaruhi oleh 4 faktor utama yaitu: 1. Buah segar. Selain keadaan buah segar dan tingkat kematangannya keseragaman jenis buah akan sangat menentukan mutu kripik buah salak. Oleh sebab itu sebelum membeli buah setiap dijadikan kripik, pastikan jenis buah dan tingkat kematangannya sama. 2. Proses Pengolahan. Urutan proses yang harus diperhatikan terutama pada waktu penggorengan dan pengemasan. Waktu menggoreng jangan sampai kurang atau melebihi batas waktu yang ditentukan. Kekurangan waktu akan mengakibatkan kripik menjadi lembek, tidak renyah karena kadar air buah terlalu tinggi sedangkan kelebihan waktu menyebabkan kripik menjadi keras dan gosong. Dalam praktek pengemasan menggunakan perakat listrik (plastic sealer) harus hati-hati, terlalu baser menyetel skala manyebabkan perakat terlalu panas sehingga kemasan justru menjadi sobek sedangkan penyetelan skala yang terlalu kecil mengakibatkan plastik tidak merakat. Kedua hal di atas menjadikan hasil kemasan tidak tertutup rapat sehingga kerenyahan kripik tidak bisa dipertahankan (kripik menjadi cepat lembek). 3. Minyak penggoreng Minyak penggoreng yang menghasilkan wama yang baik adalah minyak kelapa. Selain itu minyak harus dilakukan penyaringan setiap satu rninggu sekali. 4. Peralatan Peralatan untuk proses yang paling menentukan mutu kripik antara lain pisau pengupas/pongiris harus yang anti karat dan alas pengiris sebaiknya telenan kayu yang sudah rata dan bersih atau plastik. Jenis dan ketebalan plastik pengemas juga menentukan mutu dan panjangnya masa simpan kripik.

Cara Pembuatan Keripik Buah dan Sayur

Di bawah ini akan di berikan langkah-langkah dalam membuat keripik buah dan sayur, yaitu : 1. Bahan Bahan yang dapat digunakan setiap membuat kripik pada dasarnya semua jenis buah yang awalnya kadar padatannya tinggi dengan tekstur tidak terlalu lembek dan buah yang tidak terlalu matang. Hampir semua jenis sayur dan buah yang ada di Indonesia dapat diolah menjadi kripik. Setiap mendapatkan kripik sayur dan buah yang berkualitas sebaiknya dipilih jenis buah yang manis, namun rasanya tidak terlalu sepet dan daging buah buahnya tidak terlalu tebal. 2. Alat Alat yang digunakan setiap membuat kripik buah adalah Alat penggoreng hampa (Vacuum Frier) sistern water jet secara fungsional dirancang terdiri dan pompa tabung penggoreng, kondensor yang dilengkapi, pendingin, unit pernanas, dan pengendali operasi. Masingmasing komponen berfungsi sebagai berikut: a. Pompa; merupakan komponen terpenting yang berfungsi setiap menurunkan tekanan udara

B. Persiapan Memulai Usaha Keripik Buah dan Keripik Sayur

Ingin memulai usaha keripik buah dan kripik sayur ? Tentu ada beberapa hal yang harus Anda siapkan agar usaha Anda cepat berjalan dan sukses. Saat Anda ingin memulai usaha keripik buah dan kripik sayur, hal-hal yang perlu Anda siapkan antara lain : 1. Modal Usaha Modal awal untuk memulai usaha ini dialokasikan untuk membeli peralatan / mesin vacuum frying. Kapasitas mesin ideal untuk usaha minimal 5 kg/proses. Memang kami juga membuat mesin dengan kapasitas lebih kecil, namun kalau tujuan untuk usaha sebaiknya yang 5 kg ke atas. Pertimbangannya, biaya operasional mesin 1,5 kg – 5 kg nyaris sama. Anda bayangkan saja, lama menggoreng hampir sama 45 menit, pemakain LPG hampir sama juga, tenaga kerja tentu juga sama. Sehingga berdasarkan pertimbangan efisiensi, maka pilih kapasitas mesin yang 5 kg. Tapi jika Anda punya dana berlebih, silahkan memilih mesin yang kapasitas lebih besar, agar lebih efisien lagi 2. Lokasi Produksi Lokasi produksi digunakan sebagai tempat Anda nanti memproduksi keripik buah dan sayur. Luas ruangan minimal 2×2 m, jika bisa lebih besar tentu lebih baik lagi. 3. Listrik Mesin vacuum fryer yang digunakan untuk memproduksi menggunakan listrik rata-rata 750 watt/ 220 V untuk kapasitas 5 kg PV1 (instalasi listrik minimum berarti 900 watt). Kalau kapasitas 10 kg PV1 2200 watt / 220 V (instalasi listrik minimum rumah Anda berarti harus di atasnya). 4. Bahan Baku Hampir semua buah dan sayur ada di daerah Anda. Anda bisa memproduksi aneka keripik buah dan sayur dengan mudah. Bahan lain yang perlu Anda siapkan adalah minyak goreng dan LPG. Anda bisa memilih minyak goreng yang bermerek jika memungkinkan. Menggunakan minyak goreng tanpa merek yang dijual di pasar bisa saja, hanya kadang kalau minyak gorengnya tidak jernih maka hasil keripik biasanya warna tidak bisa sempurna. 5. Siap Berwirausaha Bagaimanapun juga, saat Anda memutuskan menjadi pengusaha keripik buah dan kripik sayur, Anda harus siap untuk berwirausaha. Ini tentu sama dengan memulai usaha-usaha lainnya. Fisik, mental dan spiritual harus siap meniti jalur entrepreneur.

Peluang Bisnis Keripik Sayur Dan Buah

Apakah anda membutuhkan buah-buahan? Di Indonesia, anda tidak perlu mencarinya dengan susah payah. Indonesia kaya akan buah dan sayur. Berlimpahnya buah dan sayur, terkadang menjadikannya memiliki nilai jual yang rendah. Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan buah pepaya dengan berat 5 kg hanya seharga Rp 2000-3000. Murah sekali bukan? Bahkan di daerah tertentu, banyak buah-buahan terbuang percuma dan membusuk, karena tidak termanfaatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai jual buah dan sayur adalah dengan menjadikannya keripik sayur dan buah. Dengan menjadikannya keripik, nilai jual buah dan sayur bisa berlipat-lipat. Sebagai gambaran 1 kg keripik pepaya bisa dihargai Rp 65.000. Sementara keripik salak seharga Rp 90.000 / kg. Apalagi, jika kita memproses buah menjadi kripik, maka dia akan lebih tahan lama dan awet hingga berminggu-minggu. Bandingkan jika anda hanya menjual buah saja. Hampir tiap buah dan sayur dapat dimanfaatkan untuk membuat kripik, diantaranya adalah pisang, nangka, salak, apel, mangga, melon, labu, papaya, wortel, kentang, kacang panjang, terung, durian, nanas dan lain-lain. Bisnis keripik sayur dan buah tidak terlepas dari peluang-peluang. Berikut disajikan beberapa alasan atau penyebab peluang bisnis keripik sayur dan buah ini cukup menjanjikan, yaitu : 1. Bahan baku buah dan sayur berlimpah, akibatnya harganya akan sangat murah. 2. Proses pembuatan dan pengelolaan bisnis sangat mudah. Bila anda memiliki mesin Vacuum Frying, maka anda akan mampu menjalankan produksi dengan cepat 3. Keuntungan yang besar dan dapat diperoleh dengan cepat. Modal bisa kembali kurang lebih 6 bulan (untuk mesin kapasitas 5 kg) 4. Buah disukai semua orang. Siapa yang tidak suka buah? Selama ini buah diawetkan dengan bahan pengawet. Dengan digoreng, akan menghasilkan buah yang awet namun tanpa bahan pengawet. Tentu saja orang akan semakin suka. 5. Pasar luas, anda bisa menjual kripik buah ini dimana saja. Anda bahkan bisa membentuk tim penjualan, mengumpulkan pedagang kaki lima dan asongan atau menitipkan produk anda di swalayan ataupun toko-toko makanan. 6. Peluang ekspor terbuka. Sangat jarang dijumpai makanan kripik buah di luar negeri, karena kripik ini lebih awet, tentu memungkinkan untuk dikirim ke manca negara.

Implementasi Kurikulum Eksperensial

Implementasi kurikulum eksperensial yang dikehendaki tak dapat dilepaskan dari peran ujung tombak pelaksana orkestrasi pembelajaran, yaitu guru. Ciri khas yang masih dominan di lingkungan pendidikan adalah bahwa guru memainkan peranan sebagai operator kurikulum dengan kinerja following direction dan sendiri saja. Dengan demikian guru hanyalah pelaksana petunjuk pelaksanaan, ‘pengabar isi buku teks’, termasuk jika isinya kurang akurat, ‘pengangkut’ pokok bahasan yang terkandung dalam kurikulum formal. Dari segi teknis, penampilan kurikulum eksperensial yang kurang bermutu dapat dirunut hingga kurangnya penguasaan salah satu atau lebih dari keempat pilar penopang kemampuan profesional keguruan/ kependidikan yang terdiri atas: a. Materi dan metodologi bidang ilmu sumber bahan ajaran (disiplinary content knowledge); b. Cara memilih, menata serta merepresentasikan materi bidang ilmu sumber bahan ajaran sesuai dengan rujukan kurikuler tertentu (curricular content knowledge) c. Proses belajar siswa yang merupakan kelompok layanan (how students learn); d. Prosedur yang membelajarkan siswa (how to facilitate student learning). Bila demikian, kurikulum eksperensial takkan menjadi komposisi yang menarik pebelajar untuk berperan serta aktif dalam orkestra pembelajaran. Pusat perhatian mereka – mau tak mau – adalah guru yang ‘bermain sendiri’, tak jarang terjadi: dengan berbagai keluguannya. Padahal, rancangan belajar yang disebut kurikulum itu sebenarnya tak hanya merefleksikan isi, melainkan juga bagaimana suatu pembelajaran dilakukan dalam konteks tertentu dan dalam kaitan dengan populasi tertentu (context, analysis, content analysis, target group analysis). Dengan kata lain, kurikulum eksperensial harus digelar secara tepat sehingga berdampak mengundang para siswa untuk tampil sebagai active, social, and creative learners melalui penyediaan lingkungan belajar yang di satu pihak menantang dan menuntut, tetapi di pihak lain juga memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang setimpal kepada mereka. Sebagai active learner, siswa harus diberi kesempatan untuk mengamati, berdiskusi, berargumentasi dan berhipotesis serta menguji kesahihan hipotesisnya itu.

Definisi Kurikulum Eksperensiall

Kurikulum eksperensial adalah makna pengalaman belajar yang terhayati oleh siswa sementara mereka terlibat dalam berbagai kegiatan dan peristiwa pembelajaran yang dikelola guru dan atau sekolah. Oleh karena itu, kurikulum eksperensial inilah yang akan membuahkan dampak dalam bentuk perubahan cara berpikir dan cara bertindak para siswa, yaitu ketika kurikulum instruksional diimplementasikan oleh guru sebagai fasilitator langsung pembelajaran (direct mediator of student learning) dalam pelaksanaan tugasnya dari ke hari. Ditinjau dari sudut pandang keberdampakan kurikulum terhadap tingkah laku siswa, pada dasarnya yang eksis hanyalah kurikulum lokal yang berupa pengalaman belajar yang digelar oleh guru dari hari ke hari. Ini berarti bahwa kurikulum formal tidak banyak bicara tanpa penerjemahan yang setia di lapangan. Pada gilirannya, penerjemahan secara setia kurikulum formal menjadi kurikulum eksperensial – tanpa dapat ditawar-tawar – menuntut penerjemahan kurikulum formal hingga menjadi kurikulum eksperensial yang menggelar berbagai pengalaman yang mendidik, yaitu pengalaman yang tidak sebatas mengacu pada substansi, namun lebih kepada proses keterbentukan berbagai pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai yang tersurat dan tersirat sebagai tujuan utuh pendidikan yang dimaksud dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).

Kurikulum Operasional

Kurikulum operasional adalah perwujudan obyektif dari ‘niat’ kurikulum instruksional dalam bentuk interaksi pembelajaran segala sesuatu yang dilaksanakan guru, siswa dan bagaimana interaksi di antara keduanya. Keterwujudan kurikulum operasional dapat diverifikasi oleh pengamat ahli sehingga kesesuaiannya dengan hajat yang tertampilkan sebagai tujuan kurikulum formal itu dapat dinilai secara obyektif.

Definisi Kurikulum Instruksional

Kurikulum instruksional adalah terjemahan dari kurikulum formal menjadi seperangkat skenario pembelajaran dari jam pertemuan ke jam pertemuan oleh guru yang bertugas mengimplementasikan suatu kurikulum formal dalam suatu konteks kelembagaan tertentu. Dengan kata lain, kurikulum instruksional adalah kurikulum yang mencerminkan niat para guru sebagai implementator kurikulum.

Kurikulum Formal

Kurikulum formal ialah rancangan di mana aktiviti pembelajaran dijalankan supaya matlamat atau objektif pendidikan dan sekolah tercapai. Ia merupakan satu set dokumen untuk dilaksanakan. Ia mengandungi hal sebenar yang berlaku dibilik darjah dan apa yang telah disediakan dan dinilai. Setiap sekolah ada kurikulum terancang iaitu satu set objektif yang berstruktur dengan kandungan dan pengalaman belajar serta hasil yang dijangkakan. Ia merupakan rancangan eksplisit dan operasional yang dihasratkan, lazimnya dikelolakan mengikut mata pelajaran dan gred, di mana peranan guru didefinisikan dengan jelas (Ornstein, A.C. & Hunkins, F, 1983). Sistem kurikulum formal memang mempunyai beberapa keunggulan. Di antara keunggulan kurikulum formal adalah pembaharuan kurikulum di setiap tahunnya yang langsung ditangani oleh pemerintah dan manejemen yang lebih profesional serta administrasi yang lebih teratur.

Implementasi Kurikulum Ideal

Implemnetasi kurikulum adalah penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, sambil senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya. Adapun tahapan implementasi kurikulum mencakup tiga kegiatan pokok, yaitu : 1. Pengembangan program mencakup program tahunan, semester, bulanan, mingguan, dan harian. Selain itu ada juga program bimbingan dan konseling atau program remedial. 2. Pelasanaan pembelajaran. Pada hakikatnya, pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran, tugas guru yang paling utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik tersebut. 3. Evaluasi proses yang dilaksanakan sepanjang proses pelaksanaan kurikulum semester serta penilaian akhir formatif dan sumatif mencakup penilaian keseluruhan secara utuh untuk keperluan evaluasi pelaksaaan kurikulum. Dengan tahap-tahap tersebut akan tercapai tujuan-tujuan kegiatan yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Hal itu secara otomatis akan meningkatkan pemanfaatan dan penerapan kurikulum baik yang ideal maupun aktual.

Landasan Kurikulum Ideal

Pendidikan merupakan suatu proses sosial, karena berfungsi memasyarakatkan anak didik melalui proses sosialisasi di dalam masyarakat tertentu. Sekolah, sebagai salah satu institusi pendidikan berperan juga sebagai institusi sosial, karena melalui lembaga tersebut anak dipersiapkan untuk mampu terjun dan aktif dalam kehidupan masyarakatnya kelak. Anak-anak berasal dari masyarakat, dan mereka belajar tentang cara hidup dalam bermasyarakat. Oleh ,karena itu, sekolah harus bekerjsama dengan masyarakat, dan program sekolah harus disusun dan diarahkan oleh masyarakat yang menunjang sekolah tersebut. Program pendidikan disusun dan dipengaruhi oleh nilai, masalah, kebutuhan, dan tantangan masyarakat sekitarnya. Oleh karena itu kurikulum yang ideal dan dan aktual harus disusun berlandaskan dasar sosiologis agar tercipta keseimbangan diantara keduanya dan terciptalah tujuan pendidikan yang sebenarnya. Pada dasarnya, pendidikan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum harus berdasarkan pada kebutuhan masyarakat dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kurikulum yang demikianlah disebut sebagai kurikulum yang relevan (ideal dan aktual) dengan masyarakat. Dibalik itu, masyarakat merupakan lingkungan pendidikan, dalam artian suatu lingkunagn yang mempengaruhi sekolah dan sebaliknya, sekolah mempengaruhi kehidupann masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip ekosistem. Apabila kebutuhan masyarakat dianalisis, hal ini akan sangat membantu para penyusun kurikulum dalam merumuskan masalah masyarakat yang terkait dalam pemilihan dan penyusunan bahan-bahan dan pengalaman-pengalaman kurikuler. Dalam pengembangan kurikulum agar menjadi ideal dan aktual perlu dipertimbangkan berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat, hal ini berguna untuk: 1.Mengorientasikan kurikulum pada pusat-pusat kehidupan. 2.Membantu merumuskan falsafah dan tujuan pendidikan. 3.Merangsang minat murid dan mengusahakan kegiatan belajar menjadi lebih luas. 4.Melengkapi dasar pengembangan unit-unit pelajaran. 5.Melengkapi proyek kerjasama sekolah dan masyarakat, ketika para siswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan masyarakat. Adapun kekuatan sosial yang mempengaruhi kurikulum ada beraneka ragam. James W. Thornthon dan John R. Wright, dalam bukunya “Secondary School Curriculum”, mengklasifikasikan berbagai kekuatan sosial yang mempengaruhi kurikulum, diantaranya: 1. Kekuatan sosial yang resmi, terdiri atas: a) Pemerintah suatu Negara, melalui UUD, dasar Negara, falsafah dan ideologi Negara b) Pemerintah daerah, melalui berbagai kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan c) Pewakilan Departemen Pendidikan setempat. Kekuatan sosial setempat, yang terdiri atas: Yayasan pendidikan, Perguruan Tinggi, persatuan orang tua murid dan Guru, penerbit buku-buku pelajaran, media masa (televisi, radio, Koran), dan adat kebiasaan masyarakat setempat. Organisasi professional, seperti persatuan guru, persautan dokter, dan ahli hukum. Tentu saja masih banyak kekuatan sosial lainnya yang ikut mempengaruhi pengembangan dan pembinaan kurikulum. Setiap kekuatan sosial tersebut berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pengaruh secara maksimal.

Definisi Kurikulum Ideal

Ideal curriculum atau kurikulum ideal adalah kurikulum yang berisi sesuatu yang baik, yang diharapkan atau dicita-citakan sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum.

Rabu, 28 November 2012

Kajian Kurikulum

BAB II PEMBAHASAN Peran Guru Dalam Pengembangan Kurikulum Instruksional A.Definisi dari Pengembangan Kurikulum Pada dasarnya pengembangan kurikulum adalah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karana adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri dengan harapan agar peserta didik dapat menghadapi masa depannya dengan baik. Berikut ini adalah beberapa karakteristik dalam pengembangan kurikulum yaitu : 1.Rencana kurikulum harus dikembangkan dengan tujuan (goals dan general objectifes) yang jelas. 2.Suatu progam atau kegiatan yang dilaksanakan di sekolah merupakan bagian dari kurikulum yang dirancang selaras dengan prosedur pengembangan kurikulum. 3.Rencana kurikulum yang baik dapat menghasilkan terjadinya proses belajar yang baik karena berdasarkan kebutuhan dan minat siswa. 4.Rencana kurikulum harus mengenalkan dan mendorong difersitas diantara para pelajar. 5.Rencana kurikulum harus menyiapkan semua aspek situasi belajar mengajar, seperti tujuan konten, aktifitas, sumber, alat pengukuran, penjadwalan, dan fasilitas yang menunjang. 6.Rencana kurikulum harus dikembangkan dengan karakteristik siswa pengguna. 7.The subject Arm Approach adalah pendekatan kurikulum yang banyak di gunakan di sekolah. 8.Rencana kurikulum harus memberikan fleksibilitas untuk memungkinkan terjadinya perencanaan guru – siswa . 9.Rencana kurikulum harus memberikan fleksibilitas yang memungkinkan masuknya ide-ide spontan selama terjadinya interaksi antara guru dan siswa dalam situasi belajar yang khusus. 10.Rencana kurikulum sebaiknya merefleksikan keseimbangan antara kognitif, afektif, dan psikomotorik. Beauchamp mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan teori kurikulum yaitu, ( Ibrahim, 2006 ) : 1.Setiap teori kurikulum harus dimulai dengn perumusan tentang rangkaian kejadian yang dicakupnya. 2.Setiap teori kurikulum harus mempunyai kejelasan tentang nilai – nilai dan sumber-sumber yang menjadi titik tolaknya. 3.Setiap teori kurikulum perlu menjelaskan karakteristik desain kurikulumnya. 4Setiap teori kurikulum harus menggambarkan proses-proses penentuan kurikulum serta interaksi diantara proses tersebut. 5.Setiap teori kurikulum hendaknya mempersiapkan ruang untuk dilakukannya proses penyempurnaan. Pada akhirnya, berbagai faktor di atas mempunyai faktor yang signifikan terhadap pembuatan keputusan kurikulum. B.Kerangka Pengembangan Kurikulum Pengembanagnn kurikulum harus mengacu pada sebuah kerangka umum, yang berisikan hal – hal yang diperlukan dalam pembuatan keputusan yakni sebagai berikut : 1.Asumsi Asumsi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum ini menekankan pada keharusan pengembangan kurikulum yang telah terkonsep dan diinterpretasikan dengan cermat, sehingga upaya-upaya yang terbatas dalam reformasi pendidikan, kurikulum yang tidak berimbang, daninovasi jangka pendek dapat di hindarkan. Dalam konteks ini, kurikulum didefisinisikan sebagai suatu rencana untuk mencapai hasil- hasil yang diharapkan, atau dengan kata lain suatu rencana mengenai tujuan, hal yang dipelajari, dan hasil pembelajaran. Dengan demikian, kurikulum teridiri atas beberapa komponen, yaitu hasil belajar dan struktur ( sekuens berbagai kegiatan belajar ). 2.Tujuan pengembangan kurikulum Istilah yang digunakan untuk menyatakan tujuan pengembangan kurikulum adalah goals dan objectives. Tujuan sebagai goals dinyatakan dalam rumusan yang lebih abstrak dan bersifat umum, dan pencapaianya relative dalam jangka panjang. Adapun tujuan sebagai objectives lebih bersifat khusus, operasional, dan pencapaianya dalam jangka pendek. Aspek tujuan, baik yang dinyatakan dalam goals maupun objectives memainkan peran yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Tujuan berfungsi untuk menentukan arah seluruh upaya kependidikan sekolah sekaligus menstimulasi kualitas yang diharapkan. Tujuan pendidikan pada umumnya berdasarkan pada filsafat yang dianut atau yang mendasari pendidikan tersebut. 3.Penilaian kebutuhan Kebutuhan merupakan hal yang pokok dalam perencanaan ( Unruh dan Unruh, 1984 ). Dalam kaitanya dengan pengembangan kurikulum dan pembelajaran, kebutuhan didefinisikan sebagai perbedaan antara keadaan actual dan keadaan ideal yang dicita-citakan. Penilaian kebutuhan adalah prosedur, baik secara terstruktur maupun informal, untuk mengidentifikasi kesenjangan antara situasi “ di sini dan sekarang “ dengan tujuan yang di harapkan. 4.Konten kurikulum Berkaitan dengan konten kurikulum ini, Unruh (1984) hanya membahas enam bidang konten kurikulum akademik untuk jenjang pendidikan dasar, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Sains (IPA), Studi Sosial (IPS), Bahasa Asing dan Seni. Meskipun demikian, hendaknya kurikulum juga memberikan ruang bagi pelajaran lain selain keenam bidang konten tersebut antara lain pendidikan jasmani dan kesehatan, pendidikan agama dan berbagai pelajaran keterampilan lain yang dibutuhkan siswa. 5.Sumber materi kurikulum Materi kurikulum dapat diperoleh dari buku-buku teks, buku petunjuk bagi guru, pusat pendidikan guru, kantor konsultan kurikulum, departemen pendidikan dan agen pelayanan pendidikan lainnya. 6.Implementasi kurikulum Sebuah kurikulum yang telah dikembangkan tidak akan berarti jika tidak diimplementasikan, dalam arti digunakan di sekolah dan di kelas. Keberhasilan implementasi terutama ditentukan oleh aspek perencanaan dan strategi implementasinya. Pada prinsipnya, implementasi ini mengintegrasikan aspek-aspek filosofis, tujuan, subject matter, strategi mengajar dan kegiatan belajar, serta evaluasi dan feedback. 7.Evaluasi kurikulum Evaluasi adalah suatu proses interaksi, deskripsi dan pertimbangan (judgment) untuk menemukan hakikat dan nilai dari suatu hal yang dievaluasi, dalam hal ini yaitu kurikulum. Evaluasi kurikulum sebenarnya dimaksudkan untuk memperbaiki substansi kurikulum, prosedur implementasi, metode instruksional, serta pengaruhnya pada belajar dan perilaku siswa. 8.Keadaan di masa mendatang Pesatnya perubahan dalam kehidupan social, ekonomi, teknologi, politik serta berbagai peristiwa lainnya memaksa kita semua berfikir dan merespon setiap perubahan yang terjadi. Dalam pemngembangan kurikulum, pandangan dan kecenderungan pada kehidupan masa datang sudah menjadi hal yang urgen. Setiap rencana pengembangan kurikulum harus memasukkan pertimbangan kehidupan di masa depan, serta implikasinya pada perencanaan kurikulum. C. Peranan Guru dalam Pengembangan Kurikulum untuk Instruksional ( Pengajar ) Kurikulum memiliki dua sisi yang sama pentingnya yakni kurikulum sebagai dokumen dan kurikulum sebagai implementasinya. Sebagai sebuah dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman bagi guru dan kurikulum sebagai implementasi adalah realisasi dari pedoman tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Guru merupakan salah satu faktor penting dalam implementasi kurikulum. Bagaimanapun idealnya suatu kurikulum tanpa ditunjang oleh kemampuan guru untuk mengimplementasikannya, maka kurikulum itu tidak akan bermakna sebagai suatu alat pendidikan, dan sebaliknya pembelajaran tanpa kurikulum sebagai pedoman tidak akan efektif. Dengan demikian peran guru dalam hal ini adalah sebagai posisi kunci dan dalam pengembangnnya guru lebih berperan banyak dalam tataran kelas. Murray Printr mencatat peran guru dalam level ini adalah sebagai berikut : 1.Sebagai implementers Guru berperan untuk mengaplikasikan kurikulum yang sudah ada. Dalam melaksanakan perannya guru hanya menerima berbagai kebijakan perumus kurikulum.dalam pengembangan kurikulum guru dianggap sebagai tenaga teknis yang hanya bertanggung jawab dalam mengimplementasikan berbagai ketentuan yang ada. Akibatnya kurikulum bersifat seragam antar daerah yang satu dengan daerah yang lain. Oleh karena itu guru hanya sekadar pelaksana kurikulum, maka tingkat kreatifitas dan inovasi guru dalam merekayasa pembelajaran sangat lemah. Guru tidak terpacu untuk melakukan berbagai pembaruan. Mengajar dianggapnya bukan sebagai pekerjaan profesional, tetapi sebagai tugas rutin atau tugas keseharian. 2.Sebagai adapters Lebih dari hanya sebagai pelaksana kurikulum, akan tetapi juga sebagai penyelaras kurikulum dengan karakteristik dan kebutuhan siswa dan kebutuhan daerah. Guru diberi kewenangan untuk menyesuaikan kurikulum yang sudah ada dengan karakteristik sekolah dan kebutuhan lokal. Hal ini sangat tepat dengan kebijakan KTSP dimana para perancang kurikulum hanya menentukan standat isi sebagai standar minimal yang harus dicapai, bagaimana implementasinya, kapan waktu pelaksanaannya, dan hal-hal teknis lainnya seluruhnya ditentukan oleh guru. Dengan demikian, peran guru sebagai adapters lebih luas dibandingkan dengan peran guru sebagai implementers. 3.Sebagai pengembang kurikulum Guru memiliki kewenganan dalam mendesain sebuah kurikulum. Guru bukan saja dapat menentukan tujuan dan isi pelajaran yang disampaikan, akan tetapi juga dapat menentukan strategi apa yang harus dikembangkan serta bagaimana mengukur keberhasilannya. Sebagai pengembang kurikulum sepenuhnya guru dapat menyusun kurikulum sesuai dengan karakteristik, visi dan misi sekolah, serta sesuai dengan pengalaman belajar yang dibutuhkan siswa. 4.Sebagai peneliti kurikulum Peran ini dilaksanakan sebagai bagian dari tugas profesional guru yang memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kinerjanya sebagai guru. Dalam melaksanakan perannya sebagai peneliti, guru memiliki tanggung jawab untuk menguji berbagai komponen kurikulum, misalnya menguji bahan-bahan kurikulum, menguji efektifitas program, menguji strategi dan model pembelajaran dan lain sebagainya termasuk mengumpulkan data tentang keberhasilan siswa mencapai target kurikulum. Metode yang digunakan oleh guru dalam meneliti kurikulum adalah PTK dan Lesson Study. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah metode penelitian yang berangkat dari masalah yang dihadapi guru dalam implementasi kurikulum. Melalui PTK, guru berinisiatif melakukan penelitian sekaligus melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Dengan demikian, dengan PTK bukan saja dapat menambah wawasan guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya, akan tetapi secara terus menerus guru dapat meningkatkan kualitas kinerjanya. Sedangkan lesson study adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru/ sekelompok guru yang bekerja sama dengan orang lain (dosen, guru mata pelajaran yang sama/guru satu tingkat kelas yang sama, atau guru lainya), merancang kegiatan untuk meningkatkan mutu belajar siswa dari pembelajaran yang dilakukan oleh salah seorang guru dari perencanaan pembelajaran yang dirancang bersama/sendiri, kemudian di observasi oleh teman guru yang lain dan setelah itu mereka melakukan refleksi bersama atas hasil pengamatan yang baru saja dilakukan. (Ridwan Johawarman, dalam Sumardi, 2009). Dilihat dari segi pengelolaannya, pengembangan kurikulum dapat dibedakan antara yang bersifat antara lain : 1.Sentralisasi Dalam kurikulum yang bersifat sentralisasi, guru tidak mempunyai peranan dan evaluasi kurikulum yang bersifat makro, mereka lebih berperan dalam kurikulum mikro. Kurikulum makro disusun oleh tim khusus yang terdiri atas para ahli. Penyusunan kurikulum mikro dijabarkan dari kurikulum makro. Guru menyusun kurikulum dalam bidangnya untuk jangka waktu satu tahun, satu semester, beberapa minggu, atau beberapa hari saja. Kurikulum untuk satu tahun disebut prota, dan kurikulum untuk satu semester disebut dengan promes. Sedangkan kurikulum untuk beberapa minggu, beberapa hari disebut Rencana Pembelajaran. Program tahunan, program semester ataupun rencana pembelajaran memiliki komponen-komponen yang sama yaitu tujuan, bahan pelajaran, metode dan media pembelajaran dan evaluasi hanya keluasan dan kedalamannya berbeda-beda. Tugas guru adalah menyusun dan merumuskan tujuan yang tepat memilih dan menyusun bahan pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat dan tahap perkembangan anak, memilih metode dan media mengajar yang bervariasi serta menyusun metode dan alat yang tepat. Suatu kurikulum yang tersusun secara sistematis dan rinci akan sangat memudahkan guru dalam implementasinya. Walaupun kurikulum sudah tersusun dengan terstruktur, tapi guru masih mempunyai tugas untuk mengadakan penyempurnaan dan penyesuaian-penyesuaian. Implementasi kurikulum hampir seluruhnya bergantung pada kreatifitas, kecakapan, kesungguhan dan ketekunan guru. Guru juga berkewajiban untuk menjelaskan kepada para siswanya tentang apa yang akan dicapai dengan pengajarannya, membangkitkan motivasi belajar, menciptakan situasi kompetitif dan kooperatif serta memberikan pengarahan dan bimbingan. 2.Desentralisasi Kurikulum desentralisasi disusun oleh sekolah ataupun kelompok sekolah tertentu dalam suatu wilayah atau daerah. Kurikulum ini diperuntukan bagi suatu sekolah ataupun lingkungan wilayah tertentu. Pengembangan kurikulum semacam ini didasarkan oleh atas karakteristik, kebutuhan, perkembangan daerah serta kemampuan sekolah-sekolah tersebut. Dengan demikian, isi daripada kurikulum sangat beragam, tiap sekolah atau wilayah mempunyai kurikulum sendiri tetapi kurikulum ini cukup realistis. Bentuk kurikulum ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya antara lain : pertama, kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat setempat. Kedua, kurikulum sesuai dengan tingkat dan kemampuan sekolah baik kemampuan profesional, finansial dan manajerial. Ketiga, disusun oleh guru-guru sendiri dengan demikian sangat memudahkan dalam pelaksanaannya. Keempat, ada motivasi kepada sekolah (kepala sekolah, guru), untuk mengembangkan diri, mencari dan menciptakan kurikulum yang sebaik-baiknya, dengan demikian akan terjadi semacam kompetisi dalam pengembangan kurikulum. Beberapa kelemahan kurikulum ini adalah: 1) tidak adanya keseragaman untuk situasi yang membutuhkan keseragaman demi persatuan dan kesatuan nasional, bentuk ini kurang tepat. 2) tidak adanya standart penilaian yang sama sehingga sukar untuk diperbandingkannya keadaan dan kemajuan suatu sekolah/ wilayah dengan sekolah/ wilayah lainnya. 3) adanya kesulitan bila terjadi perpindahan siswa kesekolah/ wilayah lain. 4) sukar untuk mengadakan pegelolaan dan penilaian secara nasional.5) belum semua sekolah/ daerah mempunyai kesiapan untuk menyusun dan mengembangkan kurikulum sendiri. 3.Sentral- Desentral Untuk mengatasi kelemahan kedua bentuk kurikulum tersebut, bentuk campuran antara keduanya dapat digunakan yaitu bentuk sentral-desentral. Dalam kurikulum yang dikelola secara sentralisasi-desentralisasi mempunyai batas-batas tertentu juga, peranan guru dalam dalam pengembangan kurikulum lebih besar dibandingkan dengan yang dikelola secara sentralisasi. Guru-guru turut berpartisipasi, bukan hanya dalam penjabaraban kurikulum induk ke dalam program tahunan/ semester/ atau rencana pembelajaran, tetapi juga di dalam menyusun kurikulum yang menyeluruh untuk sekolahnya. Guru-guru turut memberi andil dalm merumuskan dalam setiap komponen dan unsur dari kurikulum. Dalam kegiatan yang seperti itu, mereka mempunyai perasaan turut memilki kurikulum dan terdorong untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dirinya dalam pengembangan kurikulum. Karena guru-guru sejak awal penyusunan kurikulum telah diikutsertakan, mereka memahami dan benar-benar menguasai kurikulumnya, dengan demikian pelaksanaan kurikulum di dalam kelas akan lebih tepat dan lancar.

Kajian Kurikulum

BAB II PEMBAHASAN Hakikat Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam Mewujudkan Pembinaan Karakter Siswa (SMA) A. Pengertian kurikulum Kurikulum dalam arti sempit adalah jumlah mata pelajaran yang harus dituntaskan oleh siswa untuk mendapatkan ijazah,ijazah menggambarkan tingkat kemampuan. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa di zaman sekarang, ijazah tidak dapat dijadikan alat ukur untuk tingkat kemampuan seseorang, karena ijazah bisa saja direkayasa hasilnya. Kurikulum dalam arti luas adalah bukan hanya jumlah mata pelajaran tetapi bagaimana guru atau pihak sekolah mendorong siswa untuk belajar di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam artian, bahwa siswa bukan hanya mendapatkan materi yang sekedar menggambarkan, Tetapi siswa mampu melihat atau merasakan langsung di kehidupan nyata. Sehingga siswa mampu untuk lebih memahami apa yang dipelajarinya.selain itu, sumber belajar bukan hanya pada buku dan guru. Tetapi dapat diperoleh di lingkungan luar, seperti masyarakat,media,dan pengalaman. Dari kedua pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa: 1. Kurikulum memuat isi dan materi pelajaran 2. Kurikulum sebagai rencana pembelajaran 3. Kurikulum sebagai pengalaman belajar Kurikulum dikembangkan berlandaskan : 1. Tujuan filsafat dan pendidikan nasional 2. Sosial agama dan budaya dan agama yang berlaku dalam masyarakat 3. Perkembangan peserta didik 4. Keadaan lingkungan 5. Kebutuhan pembangunan 6. Perkembangan IPTEK Dalam hal ini, kurikulum dikembangkan dan selalu mengalami perubahan karena disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. B.Pengertian dan Karakteristik KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Standar Nasional Pendidikan), para pengembang KTSP harus dituntuk dan harus memerhatikan ciri khas kedaeraan, sesuai dengan bunyi undang-undang No. 20 Tahun 2003 ayat 2, yakni bahwa semua kurikulum pada jenjang dan jenis pendiddikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan peserta didik. Karakteristik dari KTSP itu sendiri, yakni : a.Beorientasi pada disiplin ilmu b.Berorientasi pada pengembangan individu c.Kurikulum yang mengakses kepentingan daerah d.Kurikulum teknologis C.Tujuan KTSP Tujuan umum KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan. Secara khusus tujuan KTSP adalah : 1.Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum, megelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia. 2.Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. 3.Meningkatkan kompetisi yang sehat antarsatuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. D.Dasar penyusunan KTSP Pengembangan KTSP didasarkan pada dua landasan pokok,yakni landasan empiris dan landasan formal. Landasan empiris berorientasi hanya pada pengembangan kognitif dan pengembangan intelektual. Yang menjadi landasan formal,KTSP disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang republik indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. E.Kompetensi KTSP Sebagai sebuah pedoman KTSP terdiri atas empat komponen : 1.Tujuan pendidikan a.Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri. b.Tujuan pendidikan menengah c.Tujuan pendidikan menengah kejuruan Kelompok mata pelajaran yang dilaksanakan ditingkat pendidikan SMA 1.Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak 2.Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3.Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4.Kelompok mata pelajaran estetika 5.Kelompokmata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan Jalan pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket dialokasikan sebagaimanatertera dalam stukrtur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum jam pembelajaran perminggu secara keseluruhan. Dalam tingkat pendidikan SMA juga diterapkan pendidikan kecakapan hidup dan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. 1.Kelender pendidikan Satuan pendidikan menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah dan masyarakat. 2.Silabus dan RPP Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompotensi dasar kedalam materi pokok, tentang kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Berikut contoh silabus : F.Prinsip yang sesuai dengan KTSP Dalam standar nasional Pendidikan ( SNP pasal 1, ayat 15 ) dikemukakan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) adalah kurikulum operational yang disusun dan dilaksanakan masing-masing satuan pendidikan. Penyusunan KTSP dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memperhatikan dan berdasarkan standar kompetensi serta kompetensi dasar yang dikembangkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan ( BSNP ) Beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan ( KTSP ) adalah sebagai berikut : 1.KTSP dikembangkan dengan kondisi satuan pendidikan, potensi dan karakteristik daerah, serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik 2.Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas pendidikan kabupaten / kota, dan departemen agama yang bertanggungjawab di bidang pendidikan. 3.KTSP untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Kebijakan dalam mengembangkan kurikulum KTSP itu sendiri prinsip umumnya yaitu sesuai yang dikemukakan oleh Nana Syodih Sukmadinata ( 2005: 150-155 ) 1.Prinsip relevensi Kurikulum harus memiliki relevansi keluar dan di dalam kurikulum itu sendiri. Dalam prinsip ini kurikulum harus sesuai dengan tujuan dan isi kurikulum itu sendiri. Sekolah dalam menyelenggarakan kurikulum harus relevan dan konsisten disesuaikan dengan 2.Prinsip fleksibilitas Kurikulum hendaknya memiliki sifat lentur atau fleksibel yaitu kurikulum itu disesuaikan dengan kondisi daerah , waktu, kemampuan dan latar belakang anak. Kurikulum dibuat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam daerah tersebut. 3.Prinsip kontinuitas Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan artinya dalam pembelajaran itu terdapat proses yang terus menerus dan kurikulum juga harus mempunyai sifat berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas yang lain. 4.Prinsip kepraktisan / efisiensi Kurikulum juga harus memiliki sifat praktis artinya kurikulum tersebut mudah dilaksanakan dan mudah diterapkan dalam dunia pendidikan menjawab tantangan-tantangan yang ada dalam masyarakat, dapt diterpakan dengan media pembelajaran yang sederhana dan memerlukan biaya yang murah. 5.Prinsip efektifitas Prinsip kurikulum harus efektif baik secara kontinuitas maupun kualitas. Sedangkan prinsip khususnya yang berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan BSPN, dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum sebagai berikut ( Permendiknas, No. 22 Tahun 2006 ) 1.Berpusat pada Potensi, Perkembangan, Kebutuhan, dan Kepentingan Siswa dan Lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa siswa memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi siswa disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan siswa serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa. 2.Beragam dan Terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik siswa, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. 3. Tanggap terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahu-an, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar siswa untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan Kebutuhan Kehidupan Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemegang kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. 4.Menyeluruh dan Berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 5.Belajar Sepanjang Hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan siswa yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan in-formal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. 6.Seimbang antara Kepentingan Nasional dan Kepentingan Daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam prinsip-prinsip tersebut harusnya bisa dilaksanakan semua dalam KTSP sekolah, sebab apabila dari prinsp-prinsip tersebut ada yang kurang maka dalam pelaksanaan tujuan KTSP tersebut tidak akan tercapai atau hasilnya tidak akan maksimal baik kuantitatif maupun kualitatif. G.Model KTSP Menurut Sukmadinata (2005: 81-100), terdapat empat model konsep kurikulum yaitu model kurikulum subjek akademik, model kurikulum personal, model kurikulum rekonstruksi sosial, dan model kurikulum teknologis. Kurikulum subjek akademik berorientasi pada pembentukan manusia intelek. Materi pelajaran berupa ilmu pengetahuan, sistem nilai yang dianggap baik dan harus disampaikan secara turun temurun. Proses pendidikan adalah upaya transfer ilmu pengetahuan masa lampau yang dianggap baik. Keberhasilan pendidikan dilihat dari sejauh mana siswa menguasai bahan ajar yang dipalajarinya. Model kurikulum personal yaitu kurikulum yang berorientasi pada pengembangan potensi siswa secara maksimal. Dalam kurikulum ini tidak ada materi standar, karena materi disesuaikan dengan kebutuhan dan minat anak. Proses pembelajaran lebih banyak upaya pembimbingan anak untuk menyalurkan minat dan perhatiannya. Evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh ma-na siswa merasa senang dalam menjalani aktivitas. Kurikulum rekonstruksi sosial, adalah model kurikulum yang berorientasi pada kepedulian sekolah untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Isi pendidikan berupa permasalahan yang ada di masyarakat, untuk selanjutnya dibahas dan dipecahkan dengan menggunakan khasanah keilmuan yang ada yang dipandang relevan untuk memecahkan masalah. Metode pembelajaran lebih banyak pada upaya diskusi dan penilaian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa dalam proses pemecahan masalah dan sejauh mana masalah mampu dipecahkan dalam proses pembelajaran. Model kurikulum teknologis, yaitu kurikulum yang didasarkan pada penggunaan metode ilmiah dalam penyusunan kurikulum dan isi kurikulum adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai untuk menghadapi kehidupan. Isi pendidikan menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, proses pendidikannya berupa transfer IPTEK, sedang evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana IPTEK mampu dikuasai oleh siswa. Ada dua jenis teknologi yang digunakan dalam jenis kurikulum ini yaitu teknologi perangkat lunak dan teknologi perangkat keras. Model konsep kurikulum yang manakah yang menjadi dasar pijakan kurikulum KTSP? KTSP, pada dasarnya merupakan penyempurnaan model dari KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi) yang diujicobakan oleh Depdiknas secara nasional. KBK itu sendiri adalah kurikulum yang berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi adalah salah satu jenis dari model konsep kurikulum teknologis. Dengan demikian KTSP menggunakan model konsep kurikulum teknologis. Meskipun konsep kurikulum teknologis menjadi tulang punggung pengembangan KTSP, tapi tidak berarti nilai esensial dari model konsep kurikulum lainnya diabaikan. Karakter yang ada pada model konsep lainnya tetap ada, hanya tidak dominan. Karena dalam realitas, konsep-konsep tersebut saling melengkapi. Hal ini bisa dilihat dalam prinsip-prinsip pengembangan KTSP dan acuan operasional penyususunan KTSP yang dikembangkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Secara umum prinsip-prinsip pengembangan KTSP meliputi: 1.Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 2.Beragam dan terpadu 3.Tanggap terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni 4.Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5.Menyeluruh dan berkesinambungan 6.Belajar sepanjang hayat 7.Seimbang antara kepentingan nasional dankepentingan daerah. Sedangkan acuan operasional penyusunan KTSP harus memperhatikan hal-hal berikut ini: 1)Meningkatan iman dan taqwa serta ahlak mulia 2)Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. 3)Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4)Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5)Tuntutan dunia kerja 6Perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni 7)Agama 8)Dinamika perkembangan global 9)Persatuan nasinal dan niai-nilai kebangsaan 10)Kondisi sosal budaya masyarakat setempat 11)Kesetaraan gender 12)Karaktrsitik satuan pendidikan. Dari sejumlah prinsip dan acuan operasional KTSP di atas tampak bahwa pengembangan potensi diri siswa sebagai individu, aspek sosial masyarakat, penguasaan mata pelajaran/ipteks, dan aspek Ketuhanan juga diperhatikan. Meskipun berbasis kompetensi tidak berarti hanya ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperhatikan, unsur kemanusiaan, sosial, dan spiritual juga tidak dilepaskan. Sedangkan apabila ditinjau dari model pendekatan pengembangannya, kurikulum 2006/KTSP menerapkan pendekatan dekonsentrasi, yaitu campuran antara setralistik dan desentralistik.

Sabtu, 13 Oktober 2012

10 Kisah Inspirasi Untuk Anda

Selamatkan Generasi Muda Dengan Islam

Pengalaman Sebagai MABA 2011


Pengalaman Di Kota Makassar Selama 3 Minggu Pertama Sebagai Mahasiswa Baru 2011 Di Universitas Negeri Makassar Pada Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi , Konsentrasi Administrasi Niaga.

Minggu 1 :
Sebagai Mahasiswa Baru ditahun 2011 atau bisa disingkat “MABA 2011” itu lebih keren, saya memiliki banyak pengalaman menarik, meskipun masih kurang dari 1 bulan atau belum 1 tahun, Kota Makassar yang dikenal keramaiannya ternyata menyimpan begitu banyak kejadian atau tragedi yang saya rasakan atau dialami. Setiap hari kaki ini melangkah ke “Kampus Oranges” yang bernama Universitas  Negeri Makassar ( UNM ). Keringat yang terus turun membasahi badan hingga menyerap ke dalam baju dalam yang sedikit-sedikit membuat parfum yang disemprotkan ke pakaian menjadi hilang, membuat hati ini ragu untuk mendekati si “Girls”.
Di lain waktu, terjadi peristiwa yang begitu menhebohkan, kejadiannya ketika saya & syamsul ( Sahabat dekat ) sedang melakukan perjalanan Sepanjang Jl. Sultan Alauddin pukul 18.30 WITA untuk membeli buku dan pulpen ternyata dari belakang ada laki-laki berjalan, entah mau kemana arah dan tujuannya, yang nampak dari belakang tanpa sehelai benang atau kain. Begitu lucunya, karena semua orang tertawa melihat penampilannya, kapan lagi ada tontonan gratis,”Kata temanku”.
Hari terus berlalu, begitu berjalan melewati setiap jalanyang ada di Kota Makassar. Peristiwa baru nampak dari kos atau tempat tinggalku di Kota Makassar yaitu di Jalan Sultan Alauddin IV, Kompleks Muhajirin No. 20, tepatnya di Kamar No. 07, telah terjadi penculikan laptop, BB & Rapor SMA Di Sebelah Kamarku, yang korbannya sendiri adalah temanku yang bernama Arfina ( Teman Satu Kosnya Fajriani Ismail ) yang juga merupakan Mahasiswa baru Di Universitas Negeri Makassar Di Jurusan Ekonomi, Konsentrasi Ekonomi Bisnis Pada Fakultas Ekonomi. Pencuri tersebut sempat saya lihat, tetapi posisinya sudah berada di depan gerban kos yang sudah sangat siap untuk mengendarai sepeda motor yang mereknya “Yamaha” Jenis Matic “ Mio Soul” dan cepat-cepat ingin kabur dari tempat tersebut. Ku ambil Handphone ( HP ) dan menelfon dengan segera menghubungi Fajri yang masih berada di Jalan, tepatnya di Kantor TELKOM menuju “Kampus Orange”. Begitu kagetnya, Fajri & arfina lari terbirik-birik menuju Kos membuktikan kebenaran yang telah di sampaikan melalui Handphone. Di pikiran mereka sekarang hanya pasrah dan ikhlas menerima semua yang telah terjadi. Namun, dengan cepat melapor Ke Polisi, dengan hati yang bimbang kami berempat menunggu mobil yang akan menuju Ke Kantor polisi Tamalate. Beberapa lama kemudian mobil sudah ada, dengan segera kami langsung naik, eh ternyata kami dikasih turun di kantor polisi yang salah, polisi-polisinya tertawa dan memberi tahu kami katanya”Kalian Salah Alamat”. Akhirnya deh kami keluar dari kantor polisi yang salah menuju kantor polisi yang sebenarnya.
Berikutnya ada kejadian super unik di kos yang ditempati, ceritanya begini : Saya dari Sumur mengambil seember air, ternyata pada saat sampai di pintu dan melangkahkan kaki masuk di kos, tidak tahunya terpeleset dan jatuh ke lantai, seember air yang saya bawa akhirnya tumpah dan membasahi seluruh badanku, itu disebabkan karena seluruh lantainya baru dibersihkan jadi licin sekali.

Minggu Ke 2  
Seminggu telah berlalu, di Kota Makassar inilah saya menghabiskan waktu untuk menuntut ilmu dan menemukan banyak pengalaman. Kejadian baru telah terjadi di minggu berikutnya, begini ceritanya : Hari Jum’at sore ada Mata Kuliah di kampus, akhirnya bergegas ke kampus dan sesampai di sana banyak senior 2010 untuk diminta tanda tangannya, tetapi salah satu senior menyuruh atau meminta bantuan untuk memindahkan motornya, dengan segera kulompati pagar ruangan perkuliahan. Akibat terlalu terburu-buru untuk melompati pagar, akhirnya celana yang saya pakai robek di bagian belakang. Setelah itu, senior menyuruh kami masuk ke ruangan dan memberikan permainan. Karena salah dalam permainan tersebut, saya disuruh kedepan dengan celana robek, tetapi robeknya masih sedikit, mungkin karena tidak mengetahui hal tersebut, saya ke depan dengan begitu santai.
Bunyi Adzan menandakan dan menyeruhkan kita ke masjid Nurul Ilmi ( Masjid Kampus UNM Gunung Sari ) untuk melaksanakan Sholat Ashar, setelah menyucikan diri dengan mengambil air wudhu, ku langkahkan kaki memasuki masjid. Sholat Ashar pun kami laksanakan, tetapi tiba waktunya “ Ruku’” ternyata ada bunyi sobekan yang saya kira itu celana dalam “BOXER”. Selesai dari Shiolat, semua di sekeliling bagian belakang, terlihat tertawa dan tersenyum entah apa yang mereka tertawai. Keluar dari masjid semakin banyak orang tertawa dan bahkan kawan-kawanku juga ikut tertawa yang ternyata mereka menertawai celanaku yang robek bagian belakang dan begitu lebar. Terlihat dengan jelas celana “ Boxer” warna kuning terang.

Minggu Ke 3
Disini minggu ke 3, mungkin minggu yang paling sial lagi. Waktu itu, Saya dan Syamsul sedang belanja perlengkapan LDKM Di INDO MODE pukul 22.00 WITA. Sepulang dari Indo Mode Kami berdua berencana untuk jalan kaki saja menuju kos Di Alaudin IV. Di pertengahan jalan ada orang yang mengaku dirinya sebagai polisi dan menyuruh kita duduk di sampingnya. Anehnya karena kami patuh terhadap apa yang dia suruhkan, semua barang-barang perlengkapan LDKM dan Handphone telah di ambil tanpa di sadari alias “Hipnotis”. Kami sadar ketika pencuri itu kabur dan meninggalkan tempat itu.
Demikianlah pengalaman di Kota Makassar sebagai Mahasiswa Baru 2011 di Universitas Negeri Makassar yang dapat saya bagi kepada para pembaca, semoga dapat mengambil Hikmahnya, Aaaaaamiiiiiiiiiiin.

Rabu, 10 Oktober 2012

ISLAM

Bila Al-Qur’an Bisa Bicara
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudhu, kau aku sentuh dalam  keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari, dan setelah usai, engkau pun selalu mencium ku mesra...
Sekarang engkau telah dewasa, nampaknya kau sudah tak berniat lagi padaku. Apakah aku bacaan using yang tinggal sejarah??? Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuan mu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja!!!!
Sekarang aku kau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpangku, aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu...
Kadang kala kau jadikan aku mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa, atau aku kau buat penangkal untuk menakuti syaitan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian..diatas lemari, di dalam laci aku engkau pendamkan...
Dulu, pagi-pagi, surah dan Ayat yang ada padaku engkau baca beberapa halaman, sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu. Di surau, sekarang pagi-pagi sambil minum kopi, engkau baca koran pagi atau nonton berita tv, waktu senggang,, engkau sempatkan membaca buku karangan manusia, sedangkan aku yang berisi Ayat-Ayat yang datang dari ALLAH Yang Maha Perkasa, engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan.
Waktu berangkat kerjapun engkau lupa baca pembuka Surah-Surahku ( BASMALAH ). Di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi, tidak ada kaset yang berisi ayat ALLAH yang terdapat pada laci mobilmu,,sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun favoritmu, aku tahu kalau itu bukan stasiun radio yang senantiasa melantungkan Ayatku.
Di meja kerjamu, tidak ada aku untuk kau baca sebelum kamu mulai kerja, di komputermu pun kau putar musik favoritmu, di HP mu tidak ada satu Ayat pun yang kau simpan di dalamnya, jarang sekali bahkan tidak pernah engkau putar ayat-Ayatku.. e-mail temanmu yang ada ayat-ayatku pun kadang engkau abaikan. Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku!!!!!
Bila malam tiba, engkau tahan nonkrong berjam-jam didepan TV. Menonton bola, musik atau film dan sinetron laga, di depan komputer, berjam-jam engkau beta duduk, hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah!!!!
Waktu cepat berlalu, aku menjadi semakin kusam dalam lemari, mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin di makan kutu. Seingatku hanya pada awal Ramadhan engkau membaca ku kembali, tapi itupun hanya beberapa lembar dariku, dengan suara lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkau pun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah koran, tv , radio, komputer dapat memberi mu pertolongan???? Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhan-Nya, dan hanya dengan Ayat-Ayat ALLAH yang ada padaku engkau dapat selamat melalui Rahmatnya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu. Setiap saat berlalu, kuranglah jatah umurmu. Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu apabila malaikat maut mengetuk pintu rumah mu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, dikuburmu nanti!!! Aku akan datang sebagai gadis cantik nan jelita yang akan membantu engkau membela diri, bukan koran yang engkau baca yang akan membantu mu dari perjalanan dialam akhirat, tapi Akulah “AL-QUR’AN” kitab sucimu, yang senantiasa melindungimu.
Peganglah aku lagi, bacalah kembali aku setiap hari karena ayat-Ayat yang ada padaku adalah ayat suci yang berasal dari Tuhan, Tuhan yang Maha Mengetahui yang di sampaikan oleh Malaikat jibril kepada Nabi Muhammad SAW.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu, jangan lupa bawa kaset yang ada Ayatku dalam laci mobilmu, letakkan aku selalu didepan meja kerjamu, sisakan aku ruang kosong di HP mu, agar engkau senantiasa mengingat Tuhan mu.
Sentuhlah aku kembali, baca dan pelajari aku lagi. Setiap datangnya pagi dan sore hari, seperti dulu...dulu sekali, waktu engkau masuh kecil, lugu dan polos, di surau kecil kampungmu yang damai. Jangan aku engkau biarkan sendiri lagi,,, dalam bisu dan sepi “ PLEASE”.

TEMAN KECILMU